Syahdan...
Jadi, ada sebuah desa kecil, di bawah kaki gunung. Desa itu sangat makmur, meskipun wilayahnya tidak luas. Tinggallah panca sekawan anak kecil, namanya Rudy, Amir, Robert, Christine, dan Juleha. Mereka sering bermain bersama, salah satu destinasi tempat bermain yang mereka suka adalah kebun milik pamannya Amir, Pak Susilo BY. Kebun Pak Susilo sangat luas, bahkan lebih luas dari desa mereka, tapi warga desa tidak pernah protes tentang hal itu, sebab mereka sudah nyaman dengan kondisi seperti itu, dan jumlah warga nya pun tidak banyak, jadi tidak masalah menurut kepala desa.
"Mir, kita mau kemana besok?" tanya Rudy.
"Iya, mir, kamu kan pemimpin geng kita," sahut Juleha.
"Welah dalah, udah toh, kalian ga kasian opo sama Amir? Dia kan lagi pusing gitu," celetuk Robert.
Saat itu panca sekawan itu sedang berkumpul di rumah Amir, tapi tidak semuanya datang, Christine contohnya, dia menghilang entah kemana.
"Oh ya, Christine mana, bert?" tanya Amir.
"Aku nda tau, mir,"
"Lah, kamu kan kakaknya Christine, masa nda tau bert?" tanya Amir lagi.
"Tadi aku liat Christine, mir!" celetuk Juleha.
"Dimana?"
"Dia lagi jalan-jalan sama ayahnya," kata Juleha.
"Sepurane, mir, aku yang kakaknya malah gatau keadaan dia," kata Robert.
"Gapapa, bert, belajar aja sama aku, aku paling care sama adikku," sahut Rudy.
Sampai siang hari mereka berbincang-bincang, Rudy mengajarkan Robert cara menjadi kakak yang bertanggung jawab, meskipun Rudy adalah anak bungsu.
"Lah rud, kowe kan bukannya anak bungsu ya?" tanya Robert heran.
"Iya, emang kenapa,bert?"
"Gimana kamu mau ngajarin aku?"
"Bert, Rudy itu cuma mau nenangin kamu aja, bukan ngebantuin," celetuk Amir.
"100 buat Amir!"
Mereka berempat pun tertawa bersama karena guyonan Rudy. Robert juga tertawa meskipun dia korban dari guyonan itu.
***
Masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan. Kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang ribet, toh nanti kita bakal lupa sendiri kejadian itu besoknya. Tidak ada beban apapun yang menjadi bahan pikiran, yang penting main, main, dan main, sesimpel itu pemikiran anak kecil. Makanya anak kecil kalau dikasih soal logaritma, pasti langsung kabur, atau diem aja bengong, dengan tatapan kosong karena tidak mengerti. Tapi, kadang ucapan anak kecil itu bisa jadi self reminder bagi orang dewasa.
Contohnya, "Kak, makan es krim aja bareng aku yuk," enteng banget ngomongnya, padahal kondisi lagi dikejar deadline sore itu misalnya. Tapi, ya kita juga tidak bisa memarahi dia begitu saja, toh dia pun ga paham.
Sama halnya dengan dunia, sebenarnya kita pun ga paham kan sama bagaimana cara dunia ini bekerja? Banyak yang ga kita ketahui, maka dari itu kita wajib belajar. Di blog ini kita akan sama-sama belajar, kalian belajar, akupun belajar, di blog ini kita semua murid, kita semua guru, jadi "Selamat Datang di blog ini!"
Komentar
Posting Komentar